OPH Ajak Mahasiswa tolak RUU KPK
Festival Dangdut Sukabumi
Jalan Santai Sukabumi
Sertifikasi Advokat
OPH Ajak Mahasiswa tolak RUU KPK
Anri Saputra Situmeang selaku Direktur Eksekutif Organisasi Penimbang Hukum (OPH) mengajak seluruh...More
Puluhan Grup ikuti Festival Dangdut Antar Grup se-Kokab Sukabumi
Ajang festival dangdut live antar grup dangdut se-Kota dan Kabupaten Sukabumi sukses terselenggara. Acara yang di selenggarakan oleh Rhama...More
Jalan Santai Warga Sukabumi
Ratusan masyarakat antusias ikuti kegiatan jalan santai yang diadakan oleh warga di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Sukabumi....More
KAI : Advokat Harus Bersertifikat Kompetensi
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Pesiden Kongres Advokat di Indonesia (KAI), Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, dalam pemaparannya kepada ...More
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Desember 2015
Wanita Hilang Tiga Minggu, ditemukan Sudah Membusuk
BOGOR - Sesosok mayat
wanita ditemukan di areal hutan lindung Gunung Salak, Kampung Tapos,
Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Informasi yang diperloeh,
mayat diketahui bernama Sapni (48) warga Kampung Lembur Sawah, RT 05/02,
Kelurahan Mulyaharja. Kondisinya sudah membusuk dan terdapat belatung.
Korban pertama kali ditemukan
oleh Hidayat salah seorang warga yang sedang pencari rumput. Hidayat
langsung melaporkan penemuan mayat korban yang memakai baju daster
kembang-kembang warna biru itu ke aparat pemerintah.
Kepala Desa Sukaharja, Santoso
mengatakan, lokasi penemuan mayat dengan pemukiman berjarak 5
kilometer. "Kami mendapat informasi dari warga hingga akhirnya menemui
pihak keluarga," kata Santoso.
Anak korban, Samsudin mengakui, yang meninggal adalah ibunya yang menghilang sejak tiga minggu lalu. "Saya yakin ini ibu saya, karena baju yang dikenakan sama ketika beliau meninggalkan rumah yaitu baju ungu ini," akunya.
Kasat
Reskrim Polres Bogor AKP Auliya Djabar mengatakan, polisi yang tiba di
lokasi meminta keterangan saksi dan melakukan olah TKP. "Diduga korban
tersesat di hutan Gunung Salak, kelaparan dan meninggal dunia," kata
Auliya. (nic)
Sumber : bogornews
Senin, 21 Desember 2015
Pemkot Bogor Programkan Sekolah Gratis Bagi Anak Jalanan
BOGOR- Kabar gembira bagi anak-anak jalanan di
Kota Bogor. Pasalnya, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja
Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) akan mengembalikan mereka ke
sekolah.
Program Go To School bagi anak–anak jalanan ini akan direalisasikan mulai tahun depan. Selain disekolahkan mereka juga akan dipesantrenkan di Pondok Pesantren An Nuroniah Kedung Halang Bogor Utara.
“Nanti kita akan jaring anak–anak jalanan yang biasa manggal di jalan–jalan protokol di Kota Bogor. Kita upayakan mereka untuk bersekolah. Gratis tanpa dipungut bayaran sepeserpun,“ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor, Anas S Rasmana, Jum’at (18/12/2015)
Namun, sambung Anas, sebelumnya mereka akan diberikan pembekalan ahlak di Pondok pesantren An Nuroniah Kedung Halang. “Kita sudah menjalin bekerjasama dengan pondok pesantren dan mereka siap membantu. Selama 3 bulan mereka akan dibina, “ ujarnya,
Selanjutnya, kata Anas, mereka akan diarahkan kembali ke sekolah dengan mengikuti kesetaraan paket A, B dan C atau ke atau ke keterampilan seperti housekeping, menjahit, dan ketrampilan lainnya. “Pada tahap pertama kami memprogramkan kegiatan ini untuk 40 orang,” sambungnya.
Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bogor, H. Murtadho menyambut baik program ini. Ini program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat melalui pendidikan dan keterampilan. Kita berharap hasilnya akan sangat berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa.
Selain pemerintah, lanjut Murtadho, masyarakat juga harus peduli karena ini tanggung kita semua. “Orang miskin, orang susah adalah tanggung jawab kita. Artinya bukan hanya memberikan materi tetapi melalui pemberian ilmu, pemberian keterampilan yang hasilnya tentu akan baik. Mudah-mudahan hasil program ini bisa ditindaklanjuti oleh anak-anak dan orang tuanya,” pungkasnya. (iso)
Program Go To School bagi anak–anak jalanan ini akan direalisasikan mulai tahun depan. Selain disekolahkan mereka juga akan dipesantrenkan di Pondok Pesantren An Nuroniah Kedung Halang Bogor Utara.
“Nanti kita akan jaring anak–anak jalanan yang biasa manggal di jalan–jalan protokol di Kota Bogor. Kita upayakan mereka untuk bersekolah. Gratis tanpa dipungut bayaran sepeserpun,“ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor, Anas S Rasmana, Jum’at (18/12/2015)
Namun, sambung Anas, sebelumnya mereka akan diberikan pembekalan ahlak di Pondok pesantren An Nuroniah Kedung Halang. “Kita sudah menjalin bekerjasama dengan pondok pesantren dan mereka siap membantu. Selama 3 bulan mereka akan dibina, “ ujarnya,
Selanjutnya, kata Anas, mereka akan diarahkan kembali ke sekolah dengan mengikuti kesetaraan paket A, B dan C atau ke atau ke keterampilan seperti housekeping, menjahit, dan ketrampilan lainnya. “Pada tahap pertama kami memprogramkan kegiatan ini untuk 40 orang,” sambungnya.
Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bogor, H. Murtadho menyambut baik program ini. Ini program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat melalui pendidikan dan keterampilan. Kita berharap hasilnya akan sangat berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa.
Selain pemerintah, lanjut Murtadho, masyarakat juga harus peduli karena ini tanggung kita semua. “Orang miskin, orang susah adalah tanggung jawab kita. Artinya bukan hanya memberikan materi tetapi melalui pemberian ilmu, pemberian keterampilan yang hasilnya tentu akan baik. Mudah-mudahan hasil program ini bisa ditindaklanjuti oleh anak-anak dan orang tuanya,” pungkasnya. (iso)
sumber : bogornews
Berencana Bentuk Pers Sekolah, SMKN 5 Tangsel Adakan Diklat Jurnalistik
Categories :
Tangsel,
(MPN) – Sebanyak 40 siswa-siswi SMKN 5 Tangerang Selatan antusias mengikuti kegiatan pelatihan
jurnalistik pada (18/12) lalu di Wisma Tamu Puspitek, Serpong. Pelatihan
jurnalistik yang mengambil tema “jadilah calon jurnalistik profesional” ini diselenggarakan
oleh pihak sekolah bekerja sama dengan organisasi kewartawanan DPC AWDI Kota
Tangerang Selatan, serta Media Tangsel Indonesia.
Menurut kepala sekolah, H.Abdul Razak, diadakannya pelatihan jurnalistik ini sebagai langkah awal rencana pihak sekolah membentuk pers sekolah yang mandiri.
“Pelatihan ini bertujuan agar siswa SMKN 5 menjadi calon jurnalistik yang profesional sehingga kedepan dapat menjalankan media (pers:red) sekolah dengan baik.” Tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut penyelenggara menghadirkan Mahmud Syaukat dan Jamal Abdul Nasir sebagai pembicara. Keduanya yang juga merupakan pengamat serta praktisi media massa didapuk untuk menjelaskan kepada siswa mengenai berita serta penulisannya. Sementara, Yantrisman, perwakilan dari Media Tangsel Indonesia lebih fokus menjelaskan materi tentang teknik wawancara.
Tak hanya sekedar hanya memberikan teori saja. Selepas memberikan materi, pembicara memerintahkan kepada peserta membuat sebuah berita dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya.
“Kita wajibkan agar siswa-siswi perserta diklat membuat berita, nanti kemudian akan kita koreksi dan publikasikan ke media supaya siswa-siswa juga bangga jika hasil karyanya dimuat,” ujar Jamal salah satu pembicara.
Selama kurang lebih 7 jam lamanya kegiatan diklat ini berlangsung hingga berakhir pada pukul 16.00 WIB. Acara terakhir ditutup dengan foto-foto bersama. (Indri Septiani/RedMPN)
Menurut kepala sekolah, H.Abdul Razak, diadakannya pelatihan jurnalistik ini sebagai langkah awal rencana pihak sekolah membentuk pers sekolah yang mandiri.
“Pelatihan ini bertujuan agar siswa SMKN 5 menjadi calon jurnalistik yang profesional sehingga kedepan dapat menjalankan media (pers:red) sekolah dengan baik.” Tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut penyelenggara menghadirkan Mahmud Syaukat dan Jamal Abdul Nasir sebagai pembicara. Keduanya yang juga merupakan pengamat serta praktisi media massa didapuk untuk menjelaskan kepada siswa mengenai berita serta penulisannya. Sementara, Yantrisman, perwakilan dari Media Tangsel Indonesia lebih fokus menjelaskan materi tentang teknik wawancara.
Tak hanya sekedar hanya memberikan teori saja. Selepas memberikan materi, pembicara memerintahkan kepada peserta membuat sebuah berita dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya.
“Kita wajibkan agar siswa-siswi perserta diklat membuat berita, nanti kemudian akan kita koreksi dan publikasikan ke media supaya siswa-siswa juga bangga jika hasil karyanya dimuat,” ujar Jamal salah satu pembicara.
Selama kurang lebih 7 jam lamanya kegiatan diklat ini berlangsung hingga berakhir pada pukul 16.00 WIB. Acara terakhir ditutup dengan foto-foto bersama. (Indri Septiani/RedMPN)
Selasa, 01 September 2015
Penyerobotan Tanah di Pandeglang Milik H.TB.Suryadi Mendapatkan Perlawanan
Menurut keterangan dari Jamal Abdul Nasir, SH sebagai kuasa hukum dari Haji Suryadi bahwa apa yang dilakukan Haji Cecep jelas-jelas perbuatan melawan hukum. Dirinya berpendapat bahwa penyerobotan tanpa bukti kepemilikan oleh Haji Cecep masuk ranah pidana, bukan perdata.
“Apa yang dilakukan lawan kami (Haji Cecep) tidak ada dasarnya. Dia tidak punya bukti kepemilikan apapun terhadap tanah ini. Jadi ini bukanlah merupakan (perbuatan) perdata, tetapi sudah masuk ranah pidana,” tegasnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa apa yang sudah dilakukan Haji Cecep sudah sangat merugikan kliennya, Haji Suryadi.
“Haji Cecep pernah menghambat proses penerbitan sertipikat klien kami dengan melakukan pemblokiran di BPN Pandeglang, Parahnya lagi dengan tanpa ijin apapun dari Klien kami, ia sudah berani menyewakan lahan tersebut kepada pihak ketiga.” Keluhnya.
Lebih lanjut katanya, bahwa dirinya sebagai kuasa hukum tetap akan melakukan upaya hukum serta akan mempidanakan siapa-siapa saja yang mencoba merampas hak-hak milik kliennya tersebut agar dapat tercapainya keadilan dan kepastian hukum di Republik Indonesia. (Adt)
Langganan:
Postingan (Atom)
