Advertise

 _blank
 
Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Desember 2015

Inilah Kemampuan Pesawat N219 Buatan PT Dirgantara Indonesia

4 komentar
BOGOR- PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terus mengebut penyelesaian pembuatan pesawat N219. Pesawat buatan anak bangsa tersebut telah menyelesaikan tahap preliminary design dan akan memasuki detail design dan kemudian akan memasuki pembuatan komponen.
 
Rencananya, integrasi komponen pesawat akan dilaksanakan pada 2015 ditandai dengan roll out pesawat pertama. N219 akan terbang perdana pada 2016. Namun, bagaimana spesifikasi pesawat buatan putra putri Indonesia itu? Pesawat N219 berkapasitas 19 tempat duduk dan cocok untuk penerbangan perintis. Pesawat ini tergolong mudah dan sederhana dalam proses perawatannya.
 
N219 memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat, biaya operasi rendah, bersertifikasi dasar CASR 23 dan menggunakan sepasang mesin PT6A-42 yang masing-masing berkekuatan 850 daya kuda. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu yang fleksibel.
 
N219 mampu lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek atau hanya memerlukan landasan 500 hingga 600 meter. Pesawat ini juga dilengkapi dengan alat bantu navigasi sehingga mampu lepas landas dan mendarat di bandara bandara perintis dengan peralatan minimal.
 
Unjuk kerja dan berat
Max. Cruise Speed : 215 Kts
Max. Range @available playload : 831 nm
Stall Speed : 59 Kts
Takeoff distance : 435 m
Landing distance : 485 m
Max. Take off weight : 7.030 Kg
Operaring empty weight : 4.305 Kg
Maximum payload : 2.318 Kg
Usefull load : 2.750 Kg
Max. Fuel capacity : 1.588 Kg
Available payload with maximal fuel : 1.157 Kg
Cruise Altitude : 10.000 ft
Max. Ceiling altitude : 24.000 ft (kemenperin
 
 
Read more...

N219, Bukti Kebangkitan Industri Dirgantara Indonesia

0 komentar
BANDUNG- Pesawat N219 menjadi bukti kebangkitan industri pesawat terbang nasional. Ini menjadi tonggak kemajuan industri penerbangan, setelah Indonesia meluncurkan produk N250 pada 1995 lalu.

“Program pengembangan pesawat ini menjadi bagian dari kebangkitan kembali industri pesawat terbang nasional,” ujar Ketua Lembaga Antaraiksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin di sela-sela Penampilan Perdana Pesawat N219 di PT Dirgantara Indonesia (DI) Bandung, Kamis (10/12/2015).

Selain itu, N219 bertujuan untuk membangun sumber daya manusia yang kuat, yang menguasai teknologi penerbangan mulai dari rancang bangun, proses sertifikasi, hingga produksi.

Tujuan utamanya untuk membangun kemandirian dalam industri penerbangan. Pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi daerah terpencil di Indonesia. Sehingga N219 bisa menghubungkan daerah-daerah terpencil, landasan yang pendek, dan topografi yang berbukit.

"N219 menjawab permasalahan di wilayah seperti itu. Pesawat ini mampu terbang dengan landasan kurang dari 800 meter dan mampu bermanuver di daerah berbukit. N219 cocok untuk konektivitas daerah terpencil," ucapnya.

Thomas optimistis, pesawat N219 akan laku di pasaran. Ini dilihat dari kajian pasar bahwa jumlah armada pesawat dengan segmen 10-19 seat usianya telah melewati 25 tahun.  Padahal batasan usia operasional pesawat yaitu 30 tahun, sehingga akan banyak yang pensiun.

Ia berharap, di tahun 2017, pesawat N219 mampu menggantikan pesawat yang telah ada sebelumnya di segmen pesawat perintis (light aircraft) yang kedepannya tidak akan diproduksi kembali.

Thomas mengungkapkan, tahun ini merupakan wujud nyata N219. Ia berharap, pertengahan tahun depan bisa terbang perdana.

"Akhir 2016 sertifikasi. Produksi 2017. Pesawat ini murni insinyur Indonesia, tidak ada seorang pun konsultan asing di dalamnya," imbuhnya.

Ia berharap, N219 menjadi tonggak sejarah, pertanda kebangkitan kembali teknologi penerbangan nasional. (kom
Read more...
Selasa, 15 September 2015

XL Aktifkan 4G LTE di Surabaya Oktober, Jakarta?

0 komentar


JAKARTA - PT XL Axiata Tbk. (XL) bersiap untuk membuka layanan 4G LTE komersil di frekuensi 1.800 MHz. Rencananya pada Oktober mendatang internet cepat itu akan mulai bisa diakses oleh pengguna di Surabaya dan Bali.

"Oktober nanti (4G LTE) di Surabaya dan Denpasar rencananya akan kami nyalakan. Berikutnya, November, giliran Jakarta dan Bandung," ujar General Manager Data Packet XL, Roy Wisnhu Wibowo saat ditemui usai pelucuran Paket Tabungan Kuota 4G di Xplor Senayan City, Senin (14/9/2015).

Penataan frekuensi 1800 MHz untuk 4G LTE sendiri dijadwalkan selesai pada November mendatang. Namun pemerintah sebelumnya sudah membolehkan operator untuk langsung menggelar komersialisasi di wilayah yang lebih dulu selesai di tata.

Saat ini, XL sendiri baru mengomersilkan layanan 4G LTE frekuensi 1.800 MHz di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sementara itu 4G LTE kota lain, seperti Yogyakarta dan Medan, menggunakan frekuensi 900 MHz.

Kendati demikian, Roy mengatakan, sudah cukup banyak pengguna yang mengaktifkan paket 4G LTE mereka. Jumlahnya sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta orang dan tersebar antara Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Bogor, Lombok, dan Medan.

Sementara itu jumlah pengguna yang terdeteksi mengakses jaringan mereka melalui gadget 4G LTE ada sebanyak 3 juta orang. XL pun mengeluarkan paket-paket agar para pengguna itu mau mencoba paket internet cepat tersebut.

Salah satunya adalah Paket Tabungan Kuota 4G LTE yang baru mereka luncurkan. Dengan paket tersebut, ketika pengguna membeli paket HotRod mulai dari harga Rp 60.000 akan mendapatkan bonus kuota 4G LTE yang bisa dipakai saat jaringan tersebut sudah aktif nanti.

"Kami harapkan akhir tahun ini bisa mencapai 4,5 juta pelanggan 4G LTE dari 8 kota yang sudah komersil, dan akhir 2016 sudah mendapat 10 juta pelanggan dari rencana komersialisasi di 30 kota," pungkasnya.


Sumber : kompas.com
Read more...
 
MERAH PUTIH NEWS © 2011 Main Blogger & Blogger Template & Blogging Stuff

Redaksi : Ruko Golden Madrid II Blok F-12 BSD, Serpong-Tangerang Selatan _ Hotline : 0813 1470 1500