Penyanyi yang juga memiliki hobby melukis ini menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di tanah kelahirannya, Trenggalek, Jawa Timur. Sebagai putra daerah Jawa, Ardi Wiryad sangat mencintai adat-istiadat leluhurnya. Hal itu bisa dilihat dari hobinya melantunkan lagu-lagu daerah Jawa yang dikemudian hari amat mempengaruhi gaya bernyanyinya.
Bakat Ardi Wiryad dibidang seni sudah terlihat sejak ia masih kanak-kanak, khususnya bidang tarik suara. Meskipun tidak pernah mengikuti sekolah ataupun kursus dibidang tarik suara, namun Ardi Wiryad sering menjuarai lomba menyanyi langgam maupun lagu nasional ketika masih duduk dibangku SD.
Ditemui awak media MPN di daerah Ciputat, penyanyi yang mengidolakan Mantos & Didi Kempot ini mempunyai harapan kedepan agar musik campursari dapat lebih meng-Indonesia.
“Menurut saya, musik campursari adalah budaya warisan leluhur yang perlu untuk dilestarikan.
Saya berharap kedepannya musik campursari gak hanya bisa dinikmati oleh suku jawa saja, namun dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia”, tutur Ardi.
Meski disibukkan dengan profesinya sebagai pengusaha dibidang kontraktor, namun Ardi Wiryad tetap produktif berkarya, bernyanyi lagu-lagu campursari. Album pertamanya yang diberi judul “Lungo” baru saja diluncurkan pada awal tahun 2015 ini.



